GIPIKEPRI.COM – Jakarta, 11 Februari 2019 – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menghadiri Gala Dinner Ulang Tahun ke-50 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia yang diadakan di Ballroom Puri Agung Hotel Grand Sahid Jakarta. Dalam acara tersebut, beberapa Menteri Kabinet Kerja, di antaranya adalah Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri, Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, Ketua Dewan Perwakilan Daerah, Oesman Sapta Odang  dan juga turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana.
Dalam acara tersebut, PHRI, sesuai keputusan Rapat Pimpinan Nasional tanggal 9 Februari 2019 memberikan penghargaan Bapak Pariwisata Nasional yang dianugerahkan kepada Presiden Jokowi.
Dalam Sambutannya, Presiden Joko Widodo mengapresiasi potensi Pariwisata Indonesia yang tinggi digarap secara serius oleh Pemerintah dan diakui secara internasional. Pemerataan infrastruktur dilakukan secara merata juga selain demi Pertumbuhan Ekonomi melainkan juga untuk melancarkan aksesibilitas Pariwisata.
Presiden Jokowi mengapresiasi kinerja Menteri Pariwisata yang mendorong pertumbuhan Pariwisata yang tinggi dengan persentase 22%, lebih tinggi daripada rata-rata global, yang hanya sebesar 6,4%. Presiden Jokowi juga menyebutkan Nilai Devisa Pariwisata Indonesia sudah senilai US$17 Miliar,  sudah mengalahkan nilai Devisa CPO, “Pariwisata itu sudah paling tinggi nilai Devisanya”. Presiden juga menyampaikan memprioritaskan 4 Destinasi Prioritas dari 10 Bali Baru, di antaranya adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. Presiden Jokowi juga mengapresiasi peningkatan Indeks Daya Saing Pariwisata oleh TTCI di mana Indonesia naik dari peringkat 70 di tahun 2013 menjadi ranking 42 di tahun 2017.
BAGIKAN