GIPIKEPRI.COM – JAKARTA, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia dalam Rakernas PHRI mengadakan diskusi panel dengan tema Evaluasi dan Memfokuskan kembali Target Pariwisata Indonesia.

Tema ini sengaja diambil dalam kaitannya terhadap evaluasi permasalahan dan mencari jalan keluar permasalahan guna meningkatkan target wisman dan mencapai 20 juta dan atau memperkecil kekurangan capaian target di tahun 2019 dalam sisa satu tahun Pemerintahan Jokowi – JK.

Dalam diskusi panel ini tampil sebagai narasumber yaitu :

  1. Menteri Pariwisata Arief Yahya
  2. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala BAPENAS Bambang Brodjonegoro
  3. Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Boeralimar 
  4. Wakil Gubernur Bali
  5. Gubernur Sulawesi Utara
  6. Gubernur DKI Jakarta

Tampil menjadi favorit dalam diskusi panel ini yaitu saat Kadis Pariwisata Propinsi Kepulauan Riau Boeralimar yang didampingi Ketua PHRI Kepri dan juga GIPI Kepri Tupa Simanjuntak, Boeralimar memaparkan tingkat pencapaian kunjungan wisman ke Kepulauan Riau periode 2018 yang mencapai 2,6 juta wisman yang 1,8 juta-nya disumbang dari kota Batam, serta suksesnya program HOT DEAL Kepri 2018 yang didukung Kementerian Pariwisata dengan angka fantastis 500 ribu paket hot deal. Keuntungan Kepri diberikan Tuhan dengan lokasi yang strategis sebagai cross border dengan negara Singapura dan Malaysia ungkap Boeralimar. Kerja keras semua pihak mulai dari pemerintah daerah, asosiasi pariwisata, pelaku usaha hingga masyarakat Kepri menghasilkan buah prestasi termanis di tahun 2018.

Tidak lupa Boeralimar mengapresiasi dukungan kementerian pariwisata terhadap Kepri yang begitu luar biasa, pemaparan dari Kadis Pariwisata Kepri ini bukan maksud untuk menyombongkan diri melainkan untuk memberi semangat kepada propinsi lainnya dan tetap optimis untuk membangun pariwisata di daerahnya.

Di awal diskusi panel Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berulang kali menyatakan prestasi pencapaian kunjungan wisman ke Kepri sangat luar biasa dan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah menjalankan strategi incorporated. Selain itu Arief Yahya akan mengoptimalkan dan menumbuhkan wisata meetings, incentives, conferencing, exhibitions (MICE) Indonesia yang potensinya sangat besar dan belum tergarap maksimal.

Menpar dalam Rapat Kerja Nasional ke-IV dan HUT Ke-50 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Jakarta, Senin (11/2) mengatakan pihaknya akan menerapkan konsep Indonesia Incorporated dalam menggarap potensi wisata MICE di Tanah Air.

Sementara itu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro juga mengatakan potensi wisata MICE Indonesia masih sangat besar. “Persentase wisatawan mancanegara MICE baru 3 persen dari total jumlah wisman yang datang ke Indonesia. Padahal pangsa pasarnya cukup besar, jadi 5 tahun ke depan harus digarap secara maksimal,” ujar Bambang Brodjonegoro saat menjadi salah satu narasumber dalam diskusi panel Rakernas PHRI Ke-IV.

Hal ini juga berkaitan Evaluasi dan Memfokuskan kembali Target Pariwisata Indonesia di tahun 2019 yang ditetapkan 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan nusantara.

Ketua Umum PHRI Haryadi Sukamdani mengatakan hasil diskusi strategis ini akan disampaikan langsung kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo di malam hari saat Gala Dinner ditempat yang sama.

BAGIKAN