GIPIKEPRI.COM – Berbagai cara meraih minat wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah wajib dilakukan oleh setiap daerah agar tercapai ekonomi kemasyarakatan dengan hadirnya usaha kepariwisataan.

Melihat Wisata Minat Umum yang sekarang ini sangat digandrungi pasar millennial adalah Pariwisata berkonsep Nomadic. Kita perlu ketahui untuk Indonesia saja kaum millennial sudah menguasai 40%, nah jangan sia-siakan kesempatan ini untuk menarik minat mereka.

Indonesia telah diberi berkah dengan alam yang sangat indah, daerah wajib menciptakan kolaborasi yang cantik dengan pebisnis maupun asosiasi pariwisata agar menciptakan destinasi wisata yang pengembangannya sangat cepat, mudah dan hemat.

GIPI DPD Kepri menawarkan program “Kolaborasi Pengembangan Destinasi Wisata” dimana Pemerintah Daerah, Pebisnis, Asosiasi Pariwisata dan Masyarakat menciptakan satu kolaborasi untuk menciptakan destinasi wisata yang akan menimbulkan multi player effect bagi masyarakat. Pariwisata berkonsep Nomadic ini sangat bisa untuk diimplementasikan di Kepulauan Riau. Sehingga Pemerintah Daerah tidak harus menunggu investor besar untuk mengembangkan pariwisata di daerah.

Konsep Nomadic terbagi kedalam tiga kategori :

  1. The Glampacker dimana kaum millennial berwisata untuk mencari destinasi-destinasi yang instagramable. Di dunia potensial penggemar Glampacker ada sekitar 27 juta.
  2. The Luxpacker wisatawan yang menggemari keaslian alam ketenangan lingkungan namun fasilitas yang mereka butuhkan lebih memenuhi kebutuhan privasi dan kenyamanan. Ada 7,7 juta potensial penggemar Luxpacker.
  3. The Flashpacker nah khusus penggemar ini biasanya para bloger travel ataupun orang-orang yang memang pekerjaan dan hidupnya hanya untuk travelling dan sambil membuat berita tentang wisata. Potensi penggemar Flashpacker mencapai 5 juta lho.

Dengan pemetaan diatas daerah dapat membuat strategi yang jitu untuk menarik minat mereka semua. Dibawah ini perlu dilakukan berbagai tahapan untuk menciptakan destinasi wisata yang cepat, mudah dan hemat dengan konsep kolaborasi:

  • Pemerintah daerah menyiapkan lahan yang alami bisa hutan lindung atau pulau tak berpenghuni.
  • Pebisinis menyiapkan dana pembangunan cukup maksimum 70 juta per unit sudah dapat menciptakan hotel berbintang dengan konsep Nomadic
  • Asosiasi Pariwisata ataupun pelaku pariwisata akan mempersiapkan konsep pengelolaan hingga konsep pemasarannya.
  • Masyarakat dilibatkan mulai pembangunan destinasi ini hingga sebagai tenaga pengelola nantinya.

Di konsep kolaborasi ini semua akan mendapatkan pembagian penghasilan dimana pemerintah daerah akan mendapatkan masukan untuk PAD nya, Pebisinis mendapatkan keuntungan dari investasinya, Masyarakat mendapatkan penghasilan mulai dari proyek pembangunan hingga sebagai karyaawan dalam pengoperasian usaha ini.

Konsep Pariwisata Nomedic tidak terlalu membutuhkan infrastruktur yang sempurna karena bukan itu tujuan mereka berwisata.

Nah silahkan deh digerakkan konsep “Kolaborasi Pengembangan Destinasi Wisata” ini yang sangat berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan dan mengembangkan ekonomi kemasyrakatan dalam bidang kepariwisataan.

#tupasimanjuntak
BAGIKAN